Roda

Manusia itu berbolak-balik hatinya.

Bila mereka diuji, mereka berpendapat begini — yang mana ia memenangkan diri mereka sendiri untuk membuktikan betapa diri mereka perlukan perhatian dan sokongan.

Bila orang lain pula diuji, mereka berpendapat sebaliknya — yang juga memenangkan diri mereka sendiri untuk menghukum orang itu dan menjatuhkannya.

Bila orang yang mereka sayang ditimpa musibah, mereka kata itu ujian. Mereka bela tanpa mempertimbangkan keadaan.

Bila orang yang mereka benci ditimpa musibah, mereka kata itu hukuman. Mereka menghakimi dengan bermacam alasan.

Allah itu Maha Adil. Ya, Allah itu adil bukan hanya dengan kita seorang, tetapi dengan semua hambaNya.

Bila orang sakitkan hati kita, kita kata Allah akan balas. Bila kita yang sakitkan hati orang, kita kata memang mereka layak untuk itu.

Kita tahu gembira bila berada di atas, tapi bila sesekali roda berputar dan meletakkan diri kita di bawah, kita salahkan orang yang di atas kerana merampas tempat kita.

Benar, sukar untuk meletakkan diri kita di dalam situasi orang lain tetapi setidaknya kita mencuba. What goes around comes around.

Sebab itu, belajarlah mengadu hanya pada Allah. Jika perlukan sokongan manusia, mengadu dulu pada Dia. Sebab manusia itu tak tetap hatinya.

Hari ini mereka ada, esok kita tak tahu. Hari ini mereka bela, esok kita tak tahu. Hari ini mereka sayang, esok kita tak tahu.

Belum cerita yang depan-depan baik, tapi di belakang seolah-olah bukan seperti yang dikenal. Hati manusia itu terlalu kompleks untuk kita mudah meletakkan kepercayaan.

Kembalikan harapan dan pergantungan kita hanya pada Allah. Percayalah, sekalipun kita tahu kita masih dan akan melakukan kesilapan, sekurang-kurangnya mata hati kita tak dibutakan.

Jadi hamba itu seharusnya merendah diri, bukan angkuh asyik menuding jari.